Kamis, 25 Desember 2008

Tahun Baru Hijriyah 1430 H


Kalender Islam mulai selesai maghrib memasuki babak baru. Selepas adzan maghrib tanggal 8 Januari 2008 ini, kita sudah memasuki tahun baru dan meninggalkan kenangan tahun 1429 hijriyah. Tidak ada hitungan mundur, tiupan terompet, pesta kembang api, gemuruh suara musik dlsb, bahkan serbuan sms pun tidak terjadi. Gue yakin traffic sending sms pada hari ini tidak sesemarak dan segegapgempita pada ketika tahun baru Masehi

Tahun baru islam memang tidak dirayakan seperti tahun baru yang lain. Kenapa? Memang ‘gak nyambung’ kalo tahun baru hijriyah disambutnya dengan panggung musik

Tahun baru Islam selayaknya diisi dengan bermuhasabah [menimbang dan menghitung perilaku], introspeksi atas segala yang telah kita lakukan setahun lewat untuk menjadi panduan menapaki tahun baru. Apa yang baik itulah yang perlu diteruskan dan ditingkatkan, yang buruk harus ditinggalkan dan segera minta maaf dan bertobat. Galibnya seperti penamaan dan penetapan tahun, Hijriyah mengacu pada peristiwa hijrahnya Rasululloh صل الله عليه وسلم Umar bin khotthob ra. mengambil momen bersejarah yang paling menentukan hidup-matinya Islam sebagai awal penanggalan Islam. Maka dikenallah sekarang dengan nama kalender hijriyah yang artinya kalender yang diawali dengan tahun hijrahnya Rasululloh صل الله عليه وسلم

Tahun baru kita bukan diawali dengan kelahiran Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم , bukan pula dari tahun pernikahannya, bahkan tidak dihitung bertepatan dengan pecahnya perang Badar yang sangat melegenda itu. Tapi justru dihitung sejak hijrahnya Rasululloh صل الله عليه وسلم dari Makkah ke Madinah. Spirit ini yang semestinya senantiasa melandasi gerak kita menyongsong tahun yang baru ini. Hijrah dari dari segala yang tidak baik menuju kebaikan. Transformasi dari segala kejahilan menuju pemahaman dan tindakan yang benar. Menanggalkan kesombongan dan kemaksiatan menuju tawadhu dan ketaatan.

Mudah untuk ditulis dan diucapkan, namun sulit untuk dijalankan. Selamat tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1429 H. Semoga tahun ini membawa keberkahan dan kesuksesan dunia akhirat. Amien

Minggu, 31 Agustus 2008

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN


1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:
Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)
2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. " (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).
Al-Mundziri berkata: "Diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan Al-Baihaqi, keduanya dari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pemah mendengar darinya."
3. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:
"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),'Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun ovang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.' " (HR. Ahmad)'"
Isnad hadits tersebut dha'if, dan di antara bagiannya ada nash-Nash lain yang memperkuatnya.

Muqadimah



Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Berawal dari niat baik dalam mengembangkan gerak da'wah antar masjid dan mushola, sehingga terwujudnya sebuah komunitas yang bercita-cita merubah dunia.
semoga keinginan yang sederhana ini tidak se sederhana hasilnya.
ALLAHU AKBAR...

Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh